Ketika Notifikasi Menggeser Narasi Emosi
Ketika Notifikasi Menggeser Narasi Emosi Dunia modern sering kali merayakan gawai sebagai altar ilmu pengetahuan. Namun, di balik pendar cahayanya yang menjanjikan efisiensi belajar, terselip sebuah paradoks yang jarang dibahas: gawai hadir bukan sebagai pelengkap, melainkan pengganti relasi. Saat layar menjadi rahim kedua bagi tumbuh kembang, anak-anak kita belajar dengan kecepatan cahaya untuk menggeser gejolak emosi menjadi sekadar deretan notifikasi. Kontroversinya sederhana namun eksistensial: semakin dini akses tanpa batas diberikan, semakin tipis membran pengalaman sosial yang seharusnya membentuk empati, kesabaran, dan keberanian untuk bersuara. Sunyi di Meja Makan: Absensi dalam Kehadiran Dalam keseharian, situasi makan bersama yang sunyi karena layar menyala lebih fasih menjelaskan dampak ini daripada deretan data statistik mana pun. Kita menyaksikan sebuah fenomena "absensi emosional dalam kehadiran fisik." Anak ada di sana, duduk bersama kita, namun ji...