Soe Hok Gie dan Keberanian Moral
Soe Hok Gie dan Keberanian Moral: Ketika Perlawanan Tidak Membutuhkan Senjata Prolog Di negeri yang terlalu sering memuja kekuasaan, keberanian kadang terdengar seperti kesia-siaan. Orang yang bersuara dianggap mengganggu. Yang melawan dianggap terlalu berbeda. Yang mempertahankan nurani sering berjalan sendirian. Padahal sejarah tidak selalu berubah karena mereka yang memiliki tentara, uang, atau jabatan. Kadang sejarah justru bergerak karena ada satu manusia yang memilih tetap berdiri meski tahu dirinya kecil dan nyaris tak punya apa-apa. Karena dalam dunia yang penuh ketakutan, keberanian moral selalu menjadi bentuk perlawanan paling langka. Soe Hok Gie dan Makna Perlawanan yang Sunyi Dalam puisinya berjudul Pesan yang dimuat di Harian Sinar Harapan pada 18 Agustus 1973, Soe Hok Gie menghadirkan gagasan yang sangat kuat tentang: perjuangan tanpa kekuatan material. Ia menggambarkan: orang yang melawan diktator tanpa tentara, dan mereka yang memberan...