Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

​Ketidaktahuan Adalah Wajar, Menetap di Dalamnya Adalah Pilihan

  Prolog ​ Tidak ada manusia yang lahir langsung menggenggam seluruh kunci jawaban dunia. Kita semua pernah tersesat, pernah keliru, bahkan pernah berdiri di panggung kekonyolan karena ketidaktahuan kita. Jatuh dalam ketidaktahuan adalah manusiawi; ia adalah titik nol dari sebuah pendakian ilmu. Namun, apa jadinya jika seseorang justru merasa nyaman di titik nol tersebut, membangun tenda, dan menolak untuk mendaki? Mari kita bedah garis tipis yang memisahkan antara "proses belajar" dan "pilihan untuk tetap abai". ​Ketidaktahuan Adalah Wajar, Menetap di Dalamnya Adalah Pilihan ​Setiap manusia pasti pernah tidak tahu, pernah salah, bahkan pernah terlihat bodoh dalam situasi tertentu. Itu hal yang wajar dan merupakan bagian dari dinamika pertumbuhan. Yang menjadi masalah besar adalah ketika ketidaktahuan itu dipelihara, dibiarkan, bahkan dibanggakan tanpa ada usaha sedikit pun untuk memperbaiki diri. ​1. Ketika Kebodohan Menjadi Zona Nyaman ​Dalam kehidupan se...

Postingan Terbaru

Saat AI Menjadi Kuas di Tangan Sang Pendidik

Tenun Harapan

Sayap dan Arah Menuju Cakrawala Society 5.0

Refleksi Pengabdian dari Honorer ke PPPK

​Logika Miring Keadilan

Sang Penempa Ruh di Balik Kemegahan Peradaban

Mengapa Guru Harus Disekat PNS, PPPK, dan Honorer?

Menghitung Sisa Hidup di Balik Papan Tulis

Pendekatan ABCD (Asset-Based Community Development)

Kekuatan Kejujuran dalam Membelenggu Kejahatan