Milik Hanya Titipan
Yang Kita Sebut Milik, Sebenarnya Hanya Titipan Prolog Ada satu ilusi yang hampir semua manusia percaya. Kita berkata: "rumahku." "hartaku." "jabatanku." "anakku." "usahaku." "hidupku." Semakin sering mengucapkannya, semakin kuat pula keyakinan bahwa semua itu benar-benar milik kita. Padahal jika direnungkan lebih dalam, tidak ada satu pun yang benar-benar kita bawa saat lahir. Dan tidak ada satu pun yang akan ikut kita bawa saat pulang. Mungkin karena itulah Mbah Nun pernah mengingatkan: "Hidup ini pinjaman. Jadi tidak usah kemaki dengan apa yang kita punya. Musibah terbesar manusia itu rasa memiliki." Kalimat ini terdengar sederhana. Tetapi jika dipahami sampai ke akar, ia mampu mengguncang cara kita memandang seluruh kehidupan. Kita Terlalu Cepat Menganggap Titipan Sebagai Milik Masalah manusia bukan karena memiliki banyak hal. Masalahnya adalah: kita mulai percaya bahwa semua itu milik kita selamanya. Padahal h...