Arsitektur Batin
Arsitektur Batin: Ketika Rumah Tak Lagi Sekadar Dinding Prolog: Rumah sering kita sebut sebagai tempat pulang, Namun apakah di sana setiap suara benar-benar menang? Keamanan sejati tak lahir dari pagar yang menjulang tinggi, Atau dari aturan kaku yang membungkam nurani. Ia tumbuh dari percakapan yang hidup dan setara, Di mana setiap penghuni boleh bicara tanpa merasa terhina. Sebab batin yang sehat tak lahir dari sunyi yang dipaksa, Tapi dari dialog tulus yang memanusiakan jiwa. Dialog: Lebih dari Sekadar Kata, Sebuah Pengakuan Eksistensi Dalam sosiologi keluarga, rumah adalah mikrokosmos dari dunia. Namun, keamanan sebuah rumah seringkali disalahartikan hanya sebatas perlindungan fisik. Secara psikologis, rumah yang paling aman adalah rumah yang memiliki ruang aman batin . Anak yang tumbuh dalam suasana dialogis tidak sekadar belajar berbicara; ia sedang belajar bahwa eksistensinya diakui. Pikirannya bukan sekadar gema yang harus tunduk, melainkan denyut kehidupan...