Antara Sisi dan Doa
Antara Sisi dan Doa Aku tak lagi mampu mencintaimu dengan sisi yang lain, Sebab seluruh ruang di jiwaku telah terkikis oleh dingin. Tak sanggup kumenjadi biasa, apalagi luar biasa yang kau pinta, Jika di antara kita, hanya aku yang memikul beratnya setia. Engkau menuntut cahaya, namun engkau sendiri adalah sunyi, Kau pinta kesempurnaan, saat kau enggan membasuh luka ini. Dunia mungkin luas, namun carilah sejauh kaki melangkah, Takkan kau temukan hati yang menerima kurasmu tanpa lelah. Hanya aku yang sanggup memeluk durimu hingga berdarah, Merawat sabar yang hampir punah, di antara doa yang pasrah. Aku telah berusaha sekuat tenaga, melawan arus badai yang gila, Menjaga api tetap menyala, di tengah hatimu yang kian jelaga. Maka di detik ini, biarlah garis batas ini menjadi saksi, Jika langkahku berhenti, jangan kau sebut ini pengkhianatan diri. Aku menyerah pada tuntutanmu yang tanpa henti dan jeda, Maka mohon, jangan pernah lagi kau salahkan aku atas sisa luka.