Kontemplasi Akhir Tahun
Di Antara Detak Waktu dan Jeda: Sebuah Kontemplasi Akhir Tahun Oleh: Abdulloh Aup Langit sebentar lagi akan riuh. Kembang api akan meledak, menjadi metafora paling purba tentang harapan manusia: menyala terang, membumbung tinggi, lalu lenyap ditelan gelap. Di bawah gemerlap itu, kita—manusia-manusia modern—sibuk dengan ritual tahunan yang tak kalah bisingnya: menyusun daftar pencapaian. Kita menghitung piala, melingkari angka di rekening, dan memamerkan medali kesibukan. Namun, di tengah hiruk-pikuk perayaan angka itu, ada satu pertanyaan lirih yang sering kali tenggelam: Apakah kita benar-benar melangkah maju, atau hanya berlari kencang di tempat yang sama? Labirin Ambisi Tanpa Arah Setiap akhir tahun, kita terjebak dalam ironi. Kita menulis resolusi dengan tinta semangat yang tebal, namun sering kali lupa membaca ulang catatan kaki tentang mengapa kita gagal di tahun sebelumnya. Kita begitu terobsesi memperpanjang daftar keinginan, padahal yang jiwa kita butuhkan adalah da...