Lelah Selalu Berkata Iya
Lelah Selalu Berkata “Iya”: Ketika Menolak Terasa Seperti Dosa Prolog Ada manusia yang terlalu takut melukai orang lain, sampai akhirnya melukai dirinya sendiri. Ia selalu berkata: “Iya, nanti saya bantu.” “Iya, tidak apa-apa.” “Iya, saya bisa.” Padahal di dalam hatinya, ada lelah yang terus menumpuk diam-diam. Namun ia tetap tersenyum. Tetap hadir. Tetap mengalah. Karena baginya, diterima manusia terasa lebih aman daripada harus mengecewakan mereka. Dan tanpa sadar, hidupnya perlahan berubah: bukan lagi tentang menjalani kehidupan, tetapi tentang menjaga agar semua orang tetap nyaman— meski dirinya sendiri mulai kehilangan ruang untuk bernapas. Mengapa Banyak Orang Sulit Berkata Tidak? Dalam psikologi sosial, ada kondisi yang dikenal sebagai: People Pleasing yaitu kecenderungan seseorang: terlalu berusaha menyenangkan orang lain, menghindari konflik, dan takut ditolak secara sosial. Orang dengan pola ini sering: sulit membuat batas, mera...