Pembalasan Paling Tajam
Prolog Di balik perihnya luka yang disayat ketidakadilan, Ada amarah yang membara, menuntut sebuah pembalasan. Namun dendam bukanlah obat, melainkan belenggu yang mengikat pikiran, Mari kita ubah arah energi, menuju puncak kedewasaan dan perbaikan. Sebab kemenangan sejati tak butuh sorak, cukup jiwa yang menemukan kedamaian. Pembalasan Paling Tajam: Saat Luka Kehilangan Kuasanya Ada luka yang lahir bukan dari gesekan fisik, melainkan dari pertemuan dengan ketidakadilan, pengkhianatan, atau penghinaan. Luka ini tidak berdarah, namun ia menetap, berakar di ingatan dan emosi. Secara naluriah, manusia akan mencari cara untuk membalas agar harga diri kembali tegak. Psikologi melihatnya sebagai mekanisme pertahanan diri, sementara sosial sering menganggapnya sebagai keberanian. Namun, para ahli hikmah melihat sesuatu yang lebih dalam. Dendam yang diarahkan ke luar justru mengikat pelakunya lebih kuat pada rasa sakit itu sendiri. Jawaban yang paling mengguncang kesadaran adalah i...