Victim Blaming
Prolog Dunia digital sering kali menjadi pengadilan tanpa hakim yang adil, Di mana jari-jari dengan ringannya menunjuk, membuat luka kian ganjil. Saat korban jatuh, bukan uluran tangan yang mereka dapatkan, Melainkan rentetan tanya yang menghujam, memutarbalikkan kenyataan. Mari kita tajamkan akal, agar tak terjebak dalam arus empati yang dangkal. Membaca untuk Memahami: Mengapa Kita Harus Berhenti Menyalahkan Korban Di belantara media sosial, kita sering menyaksikan pemandangan yang menyayat hati: seseorang baru saja mengalami musibah atau tindak kejahatan, namun kolom komentarnya justru dipenuhi oleh penghakiman. Bukannya mengecam pelaku, banyak orang justru sibuk mencari celah kesalahan pada diri korban. Itulah yang kita kenal sebagai Victim Blaming . Membacalah, pelajarilah, dan bukalah mata hingga Anda paham benar apa itu victim blaming . Sebab, fenomena ini bukan sekadar komentar iseng; ia adalah bentuk kekerasan kedua yang dialami oleh mereka yang sudah terluk...