PIKIRAN BUKAN TEMPAT SAMPAH
PIKIRAN BUKAN TEMPAT SAMPAH: BELAJAR MEMILIH APA YANG LAYAK TINGGAL DI KEPALA KITA Kita begitu berhati-hati menjaga kesehatan tubuh, tetapi sering lupa menjaga kebersihan pikiran. Oleh: Abdulloh Aup — Guru yang Biasa Saja Kita sangat berhati-hati dengan apa yang masuk ke tubuh. Kita membaca tanggal kedaluwarsa makanan, memeriksa kandungan minuman, mempertimbangkan efek samping obat, bahkan terkadang menghabiskan waktu cukup lama untuk memilih produk yang dianggap paling sehat. Kita tahu bahwa sesuatu yang masuk ke tubuh dapat memengaruhi kesehatan. Namun, ada satu hal yang sering kita biarkan masuk tanpa pemeriksaan: informasi. Setiap hari, layar ponsel kita dipenuhi berita, opini, perdebatan, gosip, iklan, potongan video, pencapaian orang lain, hingga berbagai kabar yang menuntut perhatian. Sebagian memberi pengetahuan. Sebagian menghibur. Sebagian menginspirasi. Namun, sebagian lainnya justru membuat kita cemas, lelah, marah, atau merasa bahwa hidup kita selalu tertinggal diban...