Anak Bukan Proyek
Anak Bukan Proyek Orang Tua: Mengapa Tugas Kita Menuntun, Bukan Menentukan? Oleh: Abdulloh Aup Di tengah kompetisi pendidikan yang semakin ketat, ada satu paradoks yang jarang kita sadari: semakin banyak orang tua ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya, tetapi semakin sedikit anak yang memiliki kesempatan menjadi dirinya sendiri. Kita hidup dalam zaman ketika keberhasilan anak sering diukur melalui indikator-indikator yang sangat sempit: nilai akademik, prestasi lomba, sekolah favorit, atau profesi bergengsi. Akibatnya, pendidikan perlahan berubah menjadi proyek rekayasa sosial. Anak-anak diperlakukan seperti investasi masa depan yang harus menghasilkan keuntungan sesuai harapan orang tua. Mereka dijadwalkan, diarahkan, dikendalikan, bahkan terkadang dipaksa menjadi versi ideal yang dirancang oleh orang dewasa. Padahal, pertanyaan filosofis yang paling mendasar justru jarang diajukan: Apakah anak lahir untuk memenuhi ekspektasi orang tuanya, ataukah ia hadir sebagai manusia ...