Mendigitalkan Nurani
Mendigitalkan Nurani: Refleksi Perjalanan Mengawal Transformasi Pendidikan Prolog Di tengah derasnya arus digitalisasi, pendidikan perlahan berubah wajah. Layar-layar menyala di ruang kelas, aplikasi hadir menggantikan papan tulis, dan teknologi dipuja sebagai simbol kemajuan. Namun di balik semua kecanggihan itu, saya justru menemukan satu pertanyaan paling sunyi: apakah pendidikan benar-benar sedang bertumbuh, atau hanya sekadar berganti alat? Karena teknologi bisa mempercepat proses belajar, tetapi tidak otomatis menghadirkan makna. Ia bisa membuat ruang kelas tampak modern, namun belum tentu membuat manusia di dalamnya merasa dihargai. Dan dari perjalanan itulah saya mulai memahami: transformasi pendidikan bukan pertama-tama soal perangkat, melainkan soal nurani yang menggerakkannya. Mendigitalkan Pendidikan atau Memanusiakan Manusia? Menempuh studi doktoral di bidang pendidikan membawa saya pada banyak refleksi filosofis. Semakin dalam saya belajar tentang inovasi, se...