Membaca Sejarah dengan Utuh
Membaca Sejarah dengan Utuh: Benjamin Thomas Sigar, "Londo Ireng", dan Pentingnya Literasi Sejarah Belakangan ini, ruang digital kembali memperlihatkan betapa cepatnya sejarah dapat menjadi bahan perdebatan. Sebuah nama yang selama bertahun-tahun nyaris tidak pernah dibicarakan publik, tiba-tiba menjadi perbincangan nasional setelah dikaitkan dengan silsilah Presiden Prabowo Subianto. Nama itu adalah Benjamin Thomas Sigar . Berbagai unggahan di media sosial mulai bermunculan. Ada yang menyebut beliau sebagai tokoh sejarah dari Minahasa yang pernah menjadi Kapiten Pasukan Tulungan ( Hulptroepen ) pada masa Perang Jawa (1825–1830). Ada pula yang mengaitkannya dengan istilah "londo ireng" , bahkan berkembang hingga berbagai klaim mengenai hubungan sejarah tersebut dengan penangkapan Pangeran Diponegoro. Di sinilah saya merasa kita perlu berhenti sejenak. Bukan untuk menentukan siapa yang benar atau siapa yang salah, tetapi untuk bertanya satu hal yang jauh lebih pentin...