Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Saat Lapar Tak Sampai Menyentuh Nurani

  Prolog ​ Sebuah ritual tahunan kembali menyapa, namun hati terasa hampa, Kita sibuk menghitung jam, sementara makna kian tenggelam dalam dahaga. Menahan lapar hanyalah kulit, namun syahwat dunia tetap membelit, Membuat perjalanan spiritual ini terasa begitu sempit. Mari kita jujur pada diri, tentang puasa yang mungkin baru sebatas jasmani. ​Puasa Hewan: Saat Lapar Tak Sampai Menyentuh Nurani ​Ada sebuah kegelisahan yang mendalam dalam setiap sujud kita: Kita mungkin tak pandai berpuasa. ​Selama ini, barangkali kita hanya sejenak menunda makan dan minum. Sebuah perjuangan fisik yang melelahkan, namun sayangnya, sering kali tak sampai menyentuh lapisan nafsu yang lebih dalam. Kita merasa telah menang saat azan Magrib berkumandang, padahal kekalahan sesungguhnya terjadi sepanjang hari—saat lisan tak terjaga dan hati tetap penuh prasangka. ​Puasa yang Tak Meluas ke Akhlak Zaman ​Puasa kita sering kali terisolasi di dalam tenggorokan. Ia tak sampai meluas menjadi akhlak zama...

Postingan Terbaru

Investasi Waktu Sepuluh Jeda Menuju Hidup yang Utuh

PULANGLAH, SAAT RINDU KALAH OLEH GENGSI

HIDUP UNTUK PULANG

Victim Blaming

Di Mana Kau Letakkan Rasa Takutmu

PERTUMBUHAN ADALAH SPIRAL BUKAN GARIS LURUS

ETIKA DI KELAS CERMINAN DIDIKAN DI RUMAH

Kenikmatan yang Melampaui Segenggam Semesta

​Adh-Dhuha

Jadwal Libur Ramadan untuk Warga SMPN 1 Blega