Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Antara Sisi dan Doa

  Antara Sisi dan Doa ​Aku tak lagi mampu mencintaimu dengan sisi yang lain, Sebab seluruh ruang di jiwaku telah terkikis oleh dingin. Tak sanggup kumenjadi biasa, apalagi luar biasa yang kau pinta, Jika di antara kita, hanya aku yang memikul beratnya setia. ​Engkau menuntut cahaya, namun engkau sendiri adalah sunyi, Kau pinta kesempurnaan, saat kau enggan membasuh luka ini. Dunia mungkin luas, namun carilah sejauh kaki melangkah, Takkan kau temukan hati yang menerima kurasmu tanpa lelah. ​Hanya aku yang sanggup memeluk durimu hingga berdarah, Merawat sabar yang hampir punah, di antara doa yang pasrah. Aku telah berusaha sekuat tenaga, melawan arus badai yang gila, Menjaga api tetap menyala, di tengah hatimu yang kian jelaga. ​Maka di detik ini, biarlah garis batas ini menjadi saksi, Jika langkahku berhenti, jangan kau sebut ini pengkhianatan diri. Aku menyerah pada tuntutanmu yang tanpa henti dan jeda, Maka mohon, jangan pernah lagi kau salahkan aku atas sisa luka.

Postingan Terbaru

​Seni Melepaskan Pembuktian

Cetak Biru Generasi Emas 2045 dari Konohagakure

Menemukan Perisai di Balik Kejujuran

REVOLUSI HATI

Mengenal 4 Metode Pengembangan Diri di Sekolah

Memutus Rantai Ketertinggalan 10 Tahun Sepak Bola Indonesia

Tiga Motivasi di Balik Disiplin Manusia

​Surat Terbuka dari Ruang Kelas

​Di Balik Senyum dan Langkah

​Adaptasi atau Mati: Menyingkap Romantisme Semu Penolak AI