Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Anak Bukan Proyek

  Anak Bukan Proyek Orang Tua: Mengapa Tugas Kita Menuntun, Bukan Menentukan? Oleh: Abdulloh Aup Di tengah kompetisi pendidikan yang semakin ketat, ada satu paradoks yang jarang kita sadari: semakin banyak orang tua ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya, tetapi semakin sedikit anak yang memiliki kesempatan menjadi dirinya sendiri. Kita hidup dalam zaman ketika keberhasilan anak sering diukur melalui indikator-indikator yang sangat sempit: nilai akademik, prestasi lomba, sekolah favorit, atau profesi bergengsi. Akibatnya, pendidikan perlahan berubah menjadi proyek rekayasa sosial. Anak-anak diperlakukan seperti investasi masa depan yang harus menghasilkan keuntungan sesuai harapan orang tua. Mereka dijadwalkan, diarahkan, dikendalikan, bahkan terkadang dipaksa menjadi versi ideal yang dirancang oleh orang dewasa. Padahal, pertanyaan filosofis yang paling mendasar justru jarang diajukan: Apakah anak lahir untuk memenuhi ekspektasi orang tuanya, ataukah ia hadir sebagai manusia ...

Postingan Terbaru

Menulis Ulang Takdir

Mengapa Filsafat Menjadi Kebutuhan di Era Banjir Informasi

Cinta Ajarkan Siapa yang Anda Ajar

Korupsi Seolah Tak Pernah Pergi dari Indonesia

Tiga Cara Memandang Hidup

Ketika Tuhan Menghancurkan Rencana Kita

Soe Hok Gie dan Keberanian Moral

Refleksi tentang Generasi, Budaya, dan Tanggung Jawab Zaman

Bersyukur Aja Dulu

Tanpa Melihat Harga Tanpa Terlalu Menghitung Waktu