Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Kontemplasi Akhir Tahun

Di Antara Detak Waktu dan Jeda: Sebuah Kontemplasi Akhir Tahun ​ Oleh: Abdulloh Aup ​Langit sebentar lagi akan riuh. Kembang api akan meledak, menjadi metafora paling purba tentang harapan manusia: menyala terang, membumbung tinggi, lalu lenyap ditelan gelap. Di bawah gemerlap itu, kita—manusia-manusia modern—sibuk dengan ritual tahunan yang tak kalah bisingnya: menyusun daftar pencapaian. ​Kita menghitung piala, melingkari angka di rekening, dan memamerkan medali kesibukan. Namun, di tengah hiruk-pikuk perayaan angka itu, ada satu pertanyaan lirih yang sering kali tenggelam: Apakah kita benar-benar melangkah maju, atau hanya berlari kencang di tempat yang sama? ​Labirin Ambisi Tanpa Arah ​Setiap akhir tahun, kita terjebak dalam ironi. Kita menulis resolusi dengan tinta semangat yang tebal, namun sering kali lupa membaca ulang catatan kaki tentang mengapa kita gagal di tahun sebelumnya. Kita begitu terobsesi memperpanjang daftar keinginan, padahal yang jiwa kita butuhkan adalah da...

Postingan Terbaru

Tirani Ekspektasi dan Menemukan Autentisitas

Manifestasi Guru Versatile

Jamuan Racun di Meja

Eidos dalam Pergaulan

Arsitektur Cahaya

Mendekonstruksi Kegelapan Menjadi Ruang Tumbuh

Cinta Dijual di Etalase TikTok

Menemukan Jejak-Nya

Alamat yang Salah bagi Ketulusan

Refleksi Hari Ibu