Menanam Kebaikan
Menanam Kebaikan, Bukan Memelihara "Toxic" Karena Hidup Terlalu Berharga untuk Dihabiskan pada Hal-Hal yang Menguras Jiwa Akhir-akhir ini saya semakin percaya bahwa hidup bukan tentang siapa yang paling banyak memiliki. Bukan pula tentang siapa yang paling sering dipuji. Hidup sesungguhnya adalah tentang apa yang terus kita tanam setiap hari. Karena apa pun yang kita tanam, cepat atau lambat akan tumbuh. Jika yang kita tanam adalah kebencian, maka hati akan dipenuhi kegelisahan. Jika yang kita tanam adalah iri hati, maka hidup akan terasa sempit. Jika yang kita tanam adalah energi negatif, maka kita sedang membangun penjara bagi diri sendiri. Maka benar adanya. Buanglah jauh-jauh segala sesuatu yang membuat hidup menjadi toxic. Bukan berarti kita membenci orangnya. Tetapi kita sedang menjaga hati agar tetap menjadi tempat bertumbuhnya kebaikan. Di era media sosial hari ini, sangat mudah menemukan kemarahan. Orang berlomba menjadi yang paling keras. Paling benar. Paling cepa...