Ketidaktahuan Adalah Wajar, Menetap di Dalamnya Adalah Pilihan
Prolog Tidak ada manusia yang lahir langsung menggenggam seluruh kunci jawaban dunia. Kita semua pernah tersesat, pernah keliru, bahkan pernah berdiri di panggung kekonyolan karena ketidaktahuan kita. Jatuh dalam ketidaktahuan adalah manusiawi; ia adalah titik nol dari sebuah pendakian ilmu. Namun, apa jadinya jika seseorang justru merasa nyaman di titik nol tersebut, membangun tenda, dan menolak untuk mendaki? Mari kita bedah garis tipis yang memisahkan antara "proses belajar" dan "pilihan untuk tetap abai". Ketidaktahuan Adalah Wajar, Menetap di Dalamnya Adalah Pilihan Setiap manusia pasti pernah tidak tahu, pernah salah, bahkan pernah terlihat bodoh dalam situasi tertentu. Itu hal yang wajar dan merupakan bagian dari dinamika pertumbuhan. Yang menjadi masalah besar adalah ketika ketidaktahuan itu dipelihara, dibiarkan, bahkan dibanggakan tanpa ada usaha sedikit pun untuk memperbaiki diri. 1. Ketika Kebodohan Menjadi Zona Nyaman Dalam kehidupan se...