Antara Fosil Paleolitikum dan Narasi Primordial
Prolog Pernahkah Anda membayangkan sebuah dunia di mana kita tidak sendirian sebagai satu-satunya spesies manusia? Puluhan ribu tahun yang lalu, Bumi adalah panggung bagi keberagaman luar biasa: tegapnya Neanderthal, lincahnya Homo erectus, hingga mungilnya 'Hobbit' Floresiens. Namun, sebuah seleksi alam yang kejam menyisakan kita—Homo sapiens—sebagai penyintas tunggal yang memegang kunci narasi peradaban. Di antara tumpukan fosil dan fragmen DNA purba, terselip sebuah misteri besar yang hingga kini masih menjadi perdebatan hangat: di mana posisi Adam dan Hawa dalam rantai evolusi ini? Mari kita menelusuri jejak-jejak yang hilang antara laboratorium genetika dan lembaran kitab suci. Rantai yang Hilang: Antara Fosil Paleolitikum dan Narasi Primordial Sekitar 50.000 hingga 100.000 tahun yang lalu, planet ini adalah rumah bagi setidaknya enam spesies manusia yang berbeda. Keberadaan mereka bukan sekadar mitos, melainkan fakta yang terdokumentasi dalam catatan geologis...