MANUSIA MULAI MENCINTAI PEKERJAANNYA LEBIH DARIPADA KEHIDUPANNYA
KEGILAAN PALING ANEH DI MASYARAKAT MODERN: KETIKA MANUSIA MULAI MENCINTAI PEKERJAANNYA LEBIH DARIPADA KEHIDUPANNYA Membaca Kembali Paul Lafargue, “The Right to Be Lazy”, di Tengah Budaya Produktivitas, Hustle Culture, dan Krisis Waktu untuk Menjadi Manusia Ada sebuah pertanyaan yang mungkin terdengar tidak produktif di tengah dunia yang sedang berlari: untuk apa sebenarnya manusia bekerja? Pertanyaan ini terdengar sederhana, tetapi semakin sulit dijawab ketika pekerjaan telah menjadi ukuran harga diri, status sosial, identitas, bahkan ukuran moral seseorang. Kita hidup dalam zaman ketika kalimat “Saya sedang sibuk” sering terdengar seperti sebuah prestasi. Seseorang yang tidur sedikit dianggap pekerja keras. Seseorang yang pulang larut dianggap berdedikasi. Seseorang yang selalu tersedia dianggap profesional. Bahkan kelelahan kadang dipamerkan seperti medali: “Belum tidur, masih menyelesaikan pekerjaan.” Di tengah kebudayaan semacam itulah gagasan Paul Lafargue terasa kembali ...