Menemukan Bahagia dalam Kesederhanaan
Prolog Di bawah mentari yang ramah, di tepi sungai yang setia mengalir, Bukan puncak gunung atau lautan biru yang menjadi takdir. Melainkan kedamaian sederhana, yang memeluk tawa tanpa akhir, Mengajakmu kembali ke akar, belajar dari alam tentang makna bahagia yang takdir. Menyimpan kenangan, membagikan syukur, karena hidup adalah anugerah yang mengalir. Belajar dari Alam, Tertawa Bersama Air yang Mengalir: Menemukan Bahagia dalam Kesederhanaan Siang itu, langit membiru sempurna, dan air sungai di hadapan kami mengalir tenang, seolah tak punya beban. Di tepiannya, tawa kami menyatu dengan bisikan dedaunan dan gemericik air, menciptakan simfoni kebahagiaan yang otentik. Bukan di tempat wisata yang jauh, bukan pula dengan kemewahan yang bergelimang, melainkan di sebuah sudut sederhana yang tak banyak orang tahu. Di sinilah kami belajar sebuah pelajaran berharga dari alam: bahwa bahagia itu tak selalu soal pergi jauh atau memiliki banyak. Bahagia itu seringkali tentang kehadir...