Tentang Kerendahan Hati
Prolog Langit begitu luas, namun kita sering merasa paling tinggi menjulang, Lupa pada bumi tempat berpijak, tempat segala sombong akhirnya pulang. Rumi membawa pesan sunyi, sebuah teguran yang begitu tenang, Tentang waktu yang berputar, dan raga yang kelak kan menghilang. Ubie mengajakmu merenung sejenak, di balik narasi yang tak lekang oleh zaman. Rumput di Bawah Kaki: Sebuah Tadzkirah tentang Kerendahan Hati Dalam riuhnya ambisi dan gemerlap pencapaian, manusia seringkali terjebak dalam ilusi kebesaran diri. Kita merasa kuat, merasa abadi, dan merasa bahwa dunia berputar hanya demi kepentingan kita. Namun, sang penyair sufi agung, Jalaluddin Rumi , memberikan sebuah tamparan lembut namun telak melalui untaian katanya: " Jangan menganggap dirimu besar. Hari ini rumput yang tumbuh di bawah kakimu, besok akan tumbuh di atas makammu. " Kalimat ini bukan sekadar puitis, melainkan sebuah analisis eksistensial yang sangat akurat tentang posisi manusia di semes...