Antara Ritme Otak, Kecepatan Teknologi, dan Hilangnya Berkah
Prolog Dahulu, ilmu dicari dengan langkah pelan namun mendalam, Kini, ia datang seperti air bah yang menenggelamkan tanpa salam. Antara kecepatan jemari dan ketenangan hati, ada jarak yang kian menjauh, Saatnya mengajakmu menengok ruang kelas, tempat marwah guru kian melepuh. Mari kita bedah, mengapa dunia pendidikan kita kini terasa begitu penuh namun rapuh. Pendidikan di Persimpangan: Antara Ritme Otak, Kecepatan Teknologi, dan Hilangnya Berkah Pernahkah kita merenungkan mengapa metode "ceramah dan mencatat" yang dianggap kuno sebenarnya memiliki logika biologis yang kuat? Otak manusia memiliki ritme. Secara alami, ia butuh waktu sekitar 10 menit untuk mengolah satu informasi secara mendalam. Ritme ini selaras dengan metode ceramah dan menulis yang memerlukan waktu 15 menit atau lebih untuk meresap. Ada jeda, ada proses, dan ada internalisasi. Namun, hari ini, teknologi memaksa informasi hadir dalam hitungan 0,0001 detik. Dalam satu detik, jutaan data menyerb...