BESTIE DI UJUNG CANVA Hari Pendidikan Nasional



BESTIE DI UJUNG CANVA

(spoken word — Hari Pendidikan Nasional)

Dengar…
tidak semua orang datang untuk ramai.
Ada yang hadir
lalu diam-diam mengubah hidupmu.

Di sudut cerita ini,
ada satu nama yang mungkin tak banyak disebut,
tapi jejaknya… tertinggal dalam.

Ia
yang kalian lihat di sana.
Sahabat saya.

Bukan yang paling keras suaranya,
tapi paling terasa dampaknya.


Ia tidak datang dengan gemerlap,
tidak pula dengan desain yang rumit.

Justru sebaliknya.

Sederhana.
Tenang.
Tapi entah kenapa
selalu membuat orang berhenti… dan melihat.

Darinya saya belajar,
bahwa karya tidak harus berisik untuk didengar.


Ia yang mengenalkan saya pada dunia Canva,
yang tanpa sadar,
mengantarkan saya menjadi Canvassador.

Bukan dengan teori panjang,
tapi dengan contoh nyata
karya demi karya…
yang jujur.


Ia sering berkata,
“Ini biasa saja.”

Padahal dari “biasa” itu,
lahir sesuatu yang tidak biasa.

Karena yang ia bawa bukan sekadar desain
tapi rasa.


Ia guru biasa katanya.
Tapi saya tahu,
tidak semua orang biasa
bisa membuat orang lain bertumbuh.

Ia rendah hati,
seolah tidak pernah ingin terlihat.
Tapi justru dari situlah,
cahayanya paling terasa.


Dan kami…
dipisahkan oleh jarak.

Jakarta
Madura.

Tidak dekat.
Tidak mudah.
Tidak selalu bisa bertemu.

Tapi kami tetap saling menjaga.

Karena ada yang tidak bisa diputus oleh jarak
doa.


Hari Pendidikan ini mengingatkan saya:
kita tidak bisa berjalan sendiri.

Kita butuh satu orang
yang percaya saat kita ragu,
yang menguatkan saat kita lelah,
yang tetap ada… meski tidak selalu terlihat.


Dan bagi saya
ia adalah orang itu.

Bestie.
Sahabat.
Penguat yang tidak banyak bicara,
tapi selalu ada.


Untukmu yang jauh di sana…

Terima kasih.
Untuk setiap semangat yang kau kirim diam-diam.
Untuk setiap karya yang kau bagi tanpa pamrih.
Untuk setiap keyakinan yang kau tanam dalam diri ini.


Teruslah berkarya.
Tetaplah sederhana.
Tetaplah menjadi kamu yang jujur.

Karena dari kesederhanaanmu,
banyak orang belajar… tanpa kau sadari.


Dan suatu hari nanti,
ketika waktu mempertemukan kita kembali

semoga kita bisa tersenyum,
dan berkata:

“Perjalanan ini… tidak sia-sia.”

Komentar

Postingan Populer