BESTIE DI UJUNG CANVA Hari Pendidikan Nasional
DUA NAMA, SATU FREKUENSI
(spoken word — Hari Pendidikan Nasional)
Dengarkan…
ini bukan tentang jarak.
Ini tentang rasa yang tetap tinggal
meski ruang memisahkan.
Ada satu nama…
yang mungkin tidak selalu disebut,
tapi selalu terasa.
Citra DNA.
Ia bukan yang paling ramai,
tapi karyanya…
selalu bicara lebih dulu.
Sederhana
tapi justru di situlah letak keindahannya.
Manis
tapi tidak pernah berisik.
Ia mengajarkan satu hal padaku:
bahwa menjadi hebat
tidak harus terlihat hebat.
Dan di sini…
ada aku.
Abdulloh.
Yang masih belajar,
yang masih mencari bentuk,
yang kadang ragu
di tengah jalan yang panjang.
Tapi aku beruntung
karena di setiap proses itu,
ada jejak darinya
yang diam-diam menuntunku.
Ia tidak pernah berkata,
“ikuti aku.”
Tapi dari karyanya,
aku belajar berjalan.
Ia tidak pernah berkata,
“kamu bisa.”
Tapi dari ketulusannya,
aku percaya… bahwa aku mampu.
Hari ini,
orang mungkin melihat hasil.
Tapi aku tahu
ada nama yang ikut tumbuh
di balik setiap langkahku.
Citra DNA…
bukan sekadar teman.
Ia adalah
bagian dari prosesku.
Kami dipisahkan jarak
Jakarta… dan Madura.
Tapi kami tidak pernah
benar-benar jauh.
Karena ada satu hal
yang tidak bisa dipisahkan oleh ruang:
doa.
Ia mengajar dengan caranya.
Aku belajar dengan jalanku.
Kami tidak sama
tapi justru di situlah kami saling melengkapi.
Hari Pendidikan ini mengingatkan:
bahwa di setiap perjalanan,
kita butuh satu orang
yang tidak harus selalu di samping,
tapi selalu ada… di hati.
Bu Citra…
terima kasih.
Untuk kesederhanaan yang menguatkan,
untuk karya yang menghidupkan,
untuk diam yang justru paling berbicara.
Dan jika suatu hari
kita dipertemukan kembali…
aku tidak ingin mengatakan,
“akhirnya kita bertemu.”
Aku ingin mengatakan
“kita tidak pernah benar-benar berpisah.”
By: Aupdentata

Terima Kasih tak terhingga...dari diri pak Aup saya pun terus belajar.
BalasHapus❤️🙏🏾
Hapus