Cakrawala Sujud
Cakrawala Sujud
Ada satu garis sunyi di ujung napas yang lelah,
Tempat di mana "tidak mungkin" tak lagi punya arah.
Ia adalah batas, sebuah ambang yang tak kasat mata,
Di mana takdir ditulis ulang oleh jemari semesta.
Doa adalah ruang di mana logika berhenti memaki,
Tempat keajaiban menetap dan tak lagi menyendiri.
Saat dunia berkata "selesai" dengan nada yang kaku,
Doa berbisik "mulailah" di antara detak waktu.
Bukan sekadar meminta agar beban segera hilang,
Namun memohon agar hati sekuat baja yang dipanggang.
Di sana, yang pahit meluruh menjadi penawar rasa,
Dan yang mustahil menjelma menjadi nyata yang luar biasa.
Ia adalah batas di mana badai belajar untuk tenang,
Di mana setiap kekalahan adalah benih untuk menang.
Sebab dalam sujud yang dalam dan hening yang paling suci,
Tuhan mengubah segala sesuatu menjadi lebih baik dari janji.
Abdulloh Aup

Komentar
Posting Komentar