JALANI SAJA

 


JALANI SAJA… NANTI SAMPAI JUGA KOK

Ada masa ketika kita merasa perjalanan ini terlalu panjang.

Sudah berjalan jauh, tetapi tujuan seperti masih berada di ujung sana. Sudah mencoba berkali-kali, tetapi hasilnya belum juga terlihat. Sudah berusaha menjadi lebih baik, tetapi rasanya hidup masih saja membawa kita pada persimpangan yang sama.

Lalu kita bertanya dalam hati,

“Kapan sampainya?”

Padahal mungkin jawabannya sederhana:

Jalani saja.
Nanti sampai juga kok.

Tidak semua perjalanan harus kita pahami sejak awal.

Ada jalan yang memang harus dilalui sambil belajar. Ada tikungan yang baru kita mengerti setelah berhasil melewatinya. Ada pertemuan yang ternyata bukan kebetulan. Ada kegagalan yang diam-diam sedang mengarahkan kita kepada sesuatu yang lebih tepat.

Dan ada pula mimpi yang sempat kita parkir karena keadaan.

Bukan karena tidak ingin.

Tetapi karena waktu itu kita harus memilih hal lain.

Menjadi guru, misalnya.

Saya belajar bahwa perjalanan menjadi guru bukan hanya tentang berdiri di depan kelas, menjelaskan materi, memberi tugas, lalu pulang.

Ada perjalanan panjang di baliknya.

Belajar lagi.
Mencoba lagi.
Membuat sesuatu yang baru.
Mengikuti pelatihan.
Bertemu komunitas.
Berkenalan dengan orang-orang baru.
Gagal.
Bangkit.
Lelah.
Kemudian mencoba lagi.

Kadang kita berjalan sambil membawa banyak sekali pertanyaan.

Apakah ini akan berhasil?
Apakah saya berada di jalan yang benar?
Apakah mimpi ini masih layak diperjuangkan?

Saya tidak selalu punya jawabannya.

Tetapi saya memilih satu hal:

tetap berjalan.

Karena ternyata, tidak semua jawaban ditemukan ketika kita berhenti dan berpikir.

Sebagian jawaban justru muncul ketika kita bergerak.


LELAH ITU BIASA

Kalau hari ini kamu merasa lelah, tidak apa-apa.

Lelah bukan tanda bahwa kamu gagal.

Lelah hanya tanda bahwa kamu sudah berjalan cukup jauh.

Beristirahatlah kalau perlu.

Tarik napas.

Nikmati secangkir kopi.

Lihat kembali perjalanan yang sudah kamu lalui.

Ternyata kamu sudah jauh sekali.

Jangan terlalu sibuk menghitung berapa kilometer yang belum ditempuh sampai lupa bahwa ada begitu banyak langkah yang sudah berhasil kamu lewati.

Kita sering terlalu fokus pada tujuan, sampai lupa menikmati perjalanan.

Padahal hidup bukan hanya tentang sampai.

Hidup juga tentang apa yang kita temukan sepanjang jalan.

Tentang orang-orang yang kita temui.

Tentang ilmu yang kita dapatkan.

Tentang pengalaman yang membuat kita berubah.

Tentang diri kita yang ternyata jauh lebih kuat daripada yang pernah kita kira.


MIMPI YANG SEMPAT TERHENTI

Ada mimpi yang pernah saya tinggalkan.

Bukan karena saya menyerah.

Hanya saja, waktu itu hidup meminta saya mengurus hal-hal lain terlebih dahulu.

Mungkin kamu juga pernah mengalaminya.

Ada buku yang ingin ditulis tetapi belum selesai.

Ada sekolah yang ingin dilanjutkan tetapi harus ditunda.

Ada karya yang ingin dibuat tetapi belum sempat.

Ada perjalanan yang ingin dilakukan tetapi keadaan belum memungkinkan.

Ada mimpi yang dulu begitu dekat, kemudian terasa semakin jauh.

Namun saya percaya satu hal:

Tidak semua yang tertunda berarti berakhir.

Kadang ia hanya sedang menunggu kita tumbuh.

Menunggu kita lebih siap.

Menunggu waktu yang tepat.

Dan ketika waktunya datang, kita akan kembali menemukannya dengan versi diri yang berbeda.

Lebih matang.

Lebih kuat.

Lebih tahu apa yang ingin diperjuangkan.


WAKTU TIDAK SELALU MENGHAPUS, TAPI MENGAJARKAN

Orang sering berkata bahwa waktu akan menyembuhkan semuanya.

Mungkin bukan begitu.

Waktu tidak selalu menghapus luka.

Tidak selalu mengembalikan sesuatu yang hilang.

Tidak selalu membuat semuanya seperti semula.

Tetapi waktu mengajarkan kita cara berdamai.

Mengajarkan kita menerima.

Mengajarkan kita memahami bahwa tidak semua yang pergi harus dikejar kembali.

Dan tidak semua yang tertunda harus disesali.

Ada sesuatu yang memang harus selesai.

Ada sesuatu yang harus kita lepaskan.

Ada sesuatu yang harus kita ikhlaskan.

Agar tangan kita punya ruang untuk menggenggam sesuatu yang baru.


DAN KEMUDIAN… KITA BERTEMU

Yang menarik dari perjalanan adalah kita tidak pernah tahu siapa yang akan kita temui di depan.

Bisa jadi suatu hari, ketika kita sudah hampir lelah, kita bertemu dengan orang-orang yang ternyata memiliki frekuensi yang sama.

Orang-orang yang tidak bertanya,

“Kenapa kamu masih berjalan?”

Tetapi justru berkata,

“Ayo, kita jalan lagi.”

Bukan hanya berjalan.

Tetapi bertualang.

Mencoba.

Belajar.

Membuat karya.

Melakukan ekspedisi.

Menciptakan sesuatu yang sebelumnya belum pernah ada.

Dan tiba-tiba perjalanan yang tadinya terasa berat menjadi terasa ringan.

Bukan karena jalannya berubah.

Tetapi karena kita tidak lagi berjalan sendirian.

Mungkin itulah salah satu hadiah terbesar dari sebuah perjalanan:

menemukan orang-orang yang membuat kita ingin terus bertumbuh.


JALANI SAJA…

Jadi, kalau hari ini kamu sedang mengejar mimpi yang terasa jauh…

jalani saja.

Kalau sedang lelah…

istirahat sebentar.

Kalau belum berhasil…

coba lagi.

Kalau ada yang tertunda…

tidak apa-apa.

Kalau ada yang pergi…

lepaskan dengan baik.

Kalau ada jalan yang terasa panjang…

nikmati pemandangannya.

Karena mungkin, tujuan bukan satu-satunya alasan kita berjalan.

Bisa jadi perjalanan itu sendiri sedang membentuk kita menjadi seseorang yang memang pantas sampai di sana.

Dan suatu hari nanti, ketika kita menoleh ke belakang, mungkin kita akan tersenyum dan berkata:

“Oh… ternyata semua langkah ini memang harus terjadi.”

Maka hari ini,

tidak perlu terlalu terburu-buru.

Tidak perlu membandingkan langkahmu dengan langkah orang lain.

Tidak perlu merasa terlambat.

Jalani saja.

Satu langkah.

Satu karya.

Satu pembelajaran.

Satu pertemuan.

Satu keberanian.

Sedikit demi sedikit.

Karena pada akhirnya,

nanti sampai juga kok.

Dan kalau ternyata belum sampai?

Ya sudah… jalan lagi.

Sebab hidup adalah ekspedisi yang tidak selalu harus kita taklukkan.

Kadang cukup kita nikmati.

Sambil terus belajar.

Sambil terus bertumbuh.

Sambil terus bermimpi.

Sampai suatu hari kita bertemu dengan diri kita sendiri di sebuah tempat yang dulu hanya berani kita bayangkan.

Jalani saja.

Lelah itu biasa.

Nikmati prosesnya.

Mimpi itu boleh jauh.

Yang penting—

jangan berhenti berjalan.

— aupdentata

Komentar

Postingan Populer