Matematika Langit dan Hidup yang Singkat



Prolog: Sajak Arloji Takdir

Detik berdetak di pergelangan tangan,

Kita sangka waktu adalah bentangan tanpa tepian.

Mengejar dunia seolah nyawa abadi di badan,

Padahal kita hanyalah mampir dalam satu jam kelelahan.

Berapa banyak sisa waktu di kantong kita?

Sebelum segalanya kembali menjadi tanah dan cerita.

Satu Setengah Jam: Matematika Langit tentang Hidup yang Singkat

​Seringkali kita merasa hidup adalah perjalanan panjang yang melelahkan. Kita merencanakan dekade demi dekade, menumpuk harta untuk hari tua, dan mencemaskan masa depan seolah-olah kita memiliki waktu selamanya. Namun, jika kita menggunakan kacamata kosmologi Al-Qur'an, seluruh hiruk-pikuk hidup kita ternyata hanya sekejap mata.

1. Relativitas Waktu: Hitungan Berbasis Wahyu

​Dalam literatur sains modern, kita mengenal teori relativitas. Namun, Al-Qur'an telah memberikan data absolut mengenai perbandingan waktu antara dimensi dunia dan akhirat. Berdasarkan firman Allah bahwa satu hari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu (QS. Al-Hajj: 47), kita mendapatkan kalkulasi sebagai berikut:

  • 24 Jam Akhirat = 1.000 Tahun Dunia.
  • 3 Jam Akhirat = 125 Tahun Dunia.
  • 1,5 Jam Akhirat = 62,5 Tahun Dunia.

​Secara statistik, harapan hidup manusia modern berada di angka 60-70 tahun. Ini berarti, jika dilihat dari cakrawala langit, kita hanya "mampir" ke bumi selama 90 menit saja.

2. Filosofi 90 Menit: Ujian di Ruang Tunggu

​Jika hidup hanya satu setengah jam, maka setiap tarikan napas kita memiliki nilai yang sangat mahal. Secara filosofis, ini mengubah cara kita memandang masalah:

  • Sabar yang Singkat: Cobaan hidup yang kita anggap bertahun-tahun, pada hakikatnya hanyalah kesulitan selama 1,5 jam. Perintah untuk bersabar (QS 74:7) menjadi logis karena durasi ujiannya yang sangat sebentar dibandingkan balasan abadi.
  • Menahan Nafsu: Perjuangan melawan ego dan nafsu (QS 12:53) bukanlah beban seumur hidup, melainkan disiplin singkat selama 90 menit sebelum kita memasuki masa "istirahat" yang sesungguhnya.
  • Investasi Kilat: Betapa ruginya manusia yang menghabiskan 1,5 jamnya hanya untuk bermain-main, sementara waktu yang sangat singkat itulah yang menentukan posisi kita dalam kekekalan (QS 35:15).

3. Literasi Bekal: Menuju Perjalanan Panjang

​Data ini seharusnya memicu kita untuk melakukan efisiensi amal. Dalam manajemen waktu, jika Anda hanya punya waktu 1,5 jam untuk mengerjakan tugas yang menentukan masa depan, Anda tidak akan membuang waktu untuk hal remeh.

​Allah mengingatkan dalam QS 23:114: "Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui." Ketidaktahuan manusia akan singkatnya waktu inilah yang seringkali melahirkan kesombongan dan penundaan amal.

Pulang Sebelum Petang

​Hidup bukan tentang seberapa lama kita bernapas, tapi seberapa banyak bekal yang kita kumpulkan dalam "satu setengah jam" pemberian-Nya. Dunia adalah tempat persinggahan singkat bagi pengelana yang hendak pulang ke rumah abadi (QS 28:77). Jangan sampai kita terlena di tempat transit, lalu tertinggal kereta menuju surga-Nya.

​End Game: Sajak Sisa Detik

Hanya satu setengah jam, katanya.

Waktu yang cukup untuk tobat atau celaka.

Jangan gadaikan kekekalan untuk kesenangan fana,

Karena di akhirat nanti, dunia hanyalah debu yang tak bermakna.

Segera berkemas, hari mulai sore,

Jangan biarkan bekalmu kosong saat maut memanggil "Mari Sore".

Oleh: Abdulloh Aup

Komentar

Postingan Populer