Kekayaan Sejati adalah Amanah
Kekayaan Sejati: Bukan Harta, Melainkan Amanah
Prolog:
Kita sering mendefinisikan kemewahan dengan apa yang kita miliki,
Mengukur martabat dengan deretan angka dan jejeran properti.
Seolah kemakmuran hanya soal harta yang berlipat ganda,
Padahal di balik setiap kepemilikan, tersembunyi sebuah janji.
Sebuah beban yang tak kasat mata, lebih berat dari timbunan berlian,
Ia adalah amanah, permata sejati yang sering terlupa.
Makna Hakiki Kekayaan: Dari Materiel Menuju Moral
Dalam diskursus modern, kekayaan acap kali disempitkan maknanya menjadi sekadar akumulasi aset materi. Namun, seperti yang diutarakan oleh filsuf Seneca, "Bukanlah orang yang memiliki banyak, melainkan orang yang menginginkan sedikit, yang kaya." Perspektif ini mengajak kita untuk menggeser lensa, dari kuantitas kepemilikan menuju kualitas pertanggungjawaban.
Islam, sebagai sebuah panduan hidup, menawarkan dimensi yang jauh lebih kaya. Kekayaan terbesar bukanlah apa yang kita punya, melainkan apa yang dititipkan kepada kita. Konsep amanah menjadi poros utama di sini. Amanah tidak hanya terbatas pada harta benda, tetapi juga mencakup waktu, ilmu, jabatan, kesehatan, keluarga, bahkan hingga eksistensi diri kita sendiri sebagai khalifah di muka bumi. Ini adalah tanggung jawab moral dan spiritual yang melampaui segala bentuk kepemilikan duniawi.
Amanah dalam Perspektif Islam: Sebuah Kontrak Ilahi
Al-Qur'an secara eksplisit menyebutkan tentang amanah. Dalam Surah Al-Ahzab ayat 72, Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, tetapi semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir tidak akan melaksanakannya (berat), lalu dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh."
Ayat ini adalah refleksi mendalam tentang beratnya amanah. Langit, bumi, dan gunung-gunung—entitas yang megah dan perkasa—menolak memikulnya, namun manusia dengan segala keterbatasannya justru menyanggupi. Ini bukan semata pujian, melainkan peringatan akan potensi kezaliman dan kebodohan manusia dalam menjalankan amanah tersebut.
Kekayaan, dalam konteks ini, adalah ujian. Harta yang melimpah bukan penanda kemuliaan, melainkan alat untuk melihat bagaimana seseorang mengelolanya. Apakah ia digunakan untuk kemaslahatan umat, dizakatkan, diinfakkan, atau justru menjadi sumber keserakahan dan kezaliman? Jabatan tinggi bukan kebanggaan, melainkan kesempatan untuk menegakkan keadilan dan melayani. Ilmu yang luas bukan untuk kesombongan, melainkan untuk membimbing dan mencerahkan.
Manifestasi Amanah: Mengelola yang Dititipkan
Bagaimana amanah ini termanifestasi dalam kehidupan sehari-hari?
- Harta: Harta adalah titipan Allah. Kewajiban membayar zakat, bersedekah, dan membelanjakannya di jalan kebaikan adalah bentuk nyata dari menjalankan amanah harta. Frugalitas dan menghindari gaya hidup boros juga merupakan bagian dari amanah.
- Jabatan dan Kekuasaan: Seorang pemimpin memikul amanah untuk berlaku adil, mendengarkan rakyat, dan mengambil keputusan yang berpihak pada kebenatan. Korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan adalah pengkhianatan terbesar terhadap amanah ini.
- Ilmu: Ilmu adalah cahaya yang dianugerahkan. Amanah ilmu berarti menyebarkannya, mengajarkannya, dan mengaplikasikannya untuk kemajuan peradaban, bukan menyimpannya sendiri atau menggunakannya untuk tujuan destruktif.
- Kesehatan dan Waktu: Tubuh kita adalah amanah. Menjaganya agar tetap sehat, menggunakan waktu secara produktif, dan tidak menyia-nyiakannya untuk hal yang sia-sia adalah bentuk penghormatan terhadap amanah kehidupan.
- Keluarga dan Hubungan Sosial: Peran sebagai orang tua, anak, suami, istri, atau anggota masyarakat adalah amanah. Membangun hubungan yang harmonis, saling mengasihi, dan bertanggung jawab terhadap hak dan kewajiban masing-masing adalah manifestasi dari amanah sosial.
Kekayaan sejati terletak pada kesadaran bahwa kita hanyalah pengelola, bukan pemilik mutlak. Setiap napas, setiap rupiah, setiap kesempatan adalah pinjaman yang harus dipertanggungjawabkan. Hidup yang berlandaskan amanah adalah hidup yang kaya makna, kaya pahala, dan kaya keberkahan, baik di dunia maupun di akhirat.
And Game:
Maka, jangan lagi silau oleh kemilau yang fana,
Atau terlena oleh pujian dunia yang tak abadi makna.
Lihatlah ke dalam, hitunglah setiap titipan yang ada,
Karena di sanalah tersembunyi kekayaan yang sebenarnya.
Setiap nafas adalah amanah, setiap harta adalah amanah,
Setiap kuasa adalah amanah, yang menanti dipertanggungjawabkan kelak.
Sungguh, tiada kekayaan yang lebih berharga,
Selain menunaikan amanah dengan segenap jiwa.
Oleh: Abdulloh Aup

Komentar
Posting Komentar