Literasi Go Digital



Prolog:

Dunia berubah, layar digital kini menjadi sejauh mata memandang,

Namun kitab suci jangan sampai hanya jadi pajangan di rak usang.

Teknologi seringkali dituding sebagai perusak akhlak dan moral,

Padahal ia bisa menjadi jembatan menuju hafalan yang kekal.

Ayo Belajar Tahfidz, sebuah seruan yang melampaui sekadar kata,

Menyatukan gawai dengan doa, mengubah konten menjadi pahala.

​Lil GoTa: Mengukir Ayat di Atas Layar, Menanam Qur’an di Dalam Dada

​Menghafal Al-Qur’an di era disrupsi adalah sebuah tantangan eksistensial. Di satu sisi, kurikulum menuntut kecepatan; di sisi lain, konten negatif media sosial siap menerjang. Namun, SD dan SMP kita mengambil langkah berani melalui Lil GoTa (Literasi Go Tahfidz). Ini bukan sekadar ekstrakurikuler (SD) atau kokurikuler (SMP) biasa—ini adalah sebuah Digitalisasi Tahfidz yang menggunakan pendekatan berbasis aset untuk melahirkan generasi mutafaqquh fidin.

​Merdeka Belajar dalam Genggaman

​Selama ini, menghafal Al-Qur'an sering dibayangkan sebagai kegiatan yang kaku dan monolog. Melalui Lil GoTa, kita membedah konsep Merdeka Belajar. Siswa tidak lagi hanya menjadi objek yang disuruh menghafal, melainkan subjek yang memilih caranya sendiri.

  • Bernalar Kritis & Mandiri: Murid diajak berpikir sistematis menentukan metode hafalannya sendiri melalui sumber literasi digital maupun portofolio website GoTa.
  • Kreatif di Media Sosial: Alih-alih hanya menjadi konsumen konten, siswa bertransformasi menjadi content creator positif. Hafalan mereka direkam, diedit, dan diunggah—mengubah algoritma media sosial menjadi ladang dakwah pribadi.
  • Kebinekaan Global: Menyadari bahwa teknologi adalah bahasa dunia, siswa dipersiapkan untuk tetap religius namun tetap kompetitif di kancah global

​Logo:



Diagram Y: Mendengar Suara, Menghargai Pilihan, Membangun Kepemilikan

​Dalam program Lil GoTa, kepemimpinan murid (Student Agency) adalah kunci. Kita tidak lagi menggunakan pola instruksi satu arah.

  1. Suara (Voice): Murid dilibatkan sejak perencanaan. Mereka boleh memberikan umpan balik, refleksi makna surah, hingga berdiskusi hangat di kolom komentar Google Sites (portofolio digital).
  2. Pilihan (Choice): Ada ruang bagi murid untuk memilih peran. Yang mahir menjadi tutor sebaya, yang mahir digital menjadi admin konten. Mereka mendemonstrasikan pemahaman sesuai gaya, minat, dan bakat masing-masing.
  3. Kepemilikan (Ownership): Ketika siswa merasa memiliki program ini, mereka akan menjaga perangkat digital sekolah (Chromebook/Komputer) dengan penuh tanggung jawab. Mereka mengelola akun mereka sebagai "warisan digital" yang membanggakan.

​Ekosistem Kolaborasi: Dari Musholla hingga Dunia Maya

​Program ini adalah kerja besar yang menggerakkan seluruh Aset:

  • Modal Manusia & Sosial: Kolaborasi guru tahfidz terstandarisasi, ustadz kompeten dari MGMP, dan peran vital orang tua sebagai penyimak di rumah.
  • Modal Fisik & Politik: Pemanfaatan Musholla dan dukungan penuh komite sekolah hingga pondok pesantren sekitar.
  • Modal Finansial: Dukungan BOSP untuk memastikan infrastruktur digital tetap prima.

​Setiap hari, selama satu jam pelajaran pertama, suasana sekolah akan berubah. Senin, Rabu, dan Jumat adalah waktu menanam hafalan; Selasa, Kamis, dan Sabtu adalah waktu menjaga (muroja’ah). Sinergi ini ditutup dengan paraf orang tua dan guru sebagai bentuk kontrol kasih sayang.

​Mengapa Harus Lil GoTa?

​Alasannya sederhana namun mendalam: Al-Qur’an adalah pedoman hidup. Di tengah rendahnya angka hafalan Juz 30 di kalangan remaja, Lil GoTa hadir sebagai solusi. Kita ingin mencetak imam-imam sholat masa depan yang tidak gagap teknologi. Kita ingin siswa kita bijak mengakses informasi, mengubah gawai yang tadinya bisa menjadi musuh, menjadi sahabat setia dalam menghafal kalam-Nya.

​Sebab pada akhirnya, pendidikan bukan hanya soal nilai di atas kertas, tapi soal membentuk manusia yang berakhlak mulia di dunia nyata maupun dunia maya.

Endgame:

Layar boleh bercahaya, namun jangan redupkan cahaya iman,

Teknologi harus menjadi kawan, bukan penghalang jalan Tuhan.

Lil GoTa hadir sebagai jembatan bagi generasi yang dinamis,

Agar hafalan Al-Qur’an tak lagi dianggap sebagai beban yang tragis.

Mari dukung anak-anak kita, bersuara dan memilih jalan mulia,

Menjadi penjaga ayat di tengah hiruk-pikuk dunia.

Sebab kemajuan sejati bukan hanya soal inovasi mesin,

Tapi tentang hati yang suci dan nurani yang yakin.

Oleh: Abdulloh Aup


Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer